Kamis, 09 April 2015

CINTAMU MELUKAIKU



Suara adzan subuh begitu menggelegar memecah daun telingaku, diiringi suara merdu yang selalu membangunkan ku dikala fajar menyambut datangnya pagi. “Syafa bangun sayang, sudah subuh ayo kita sholat dulu”. Setiap subuh itulah kata-kata yang sering aku dengar. Ummiku selalu membangunkanku untuk sholat subuh berjama’ah. Aku pun mulai membangunkan tubuhku dari singgasana surgaku untuk melaksanakan sholat subuh berjama’ah. Ya, kami selalu shalat berjama’ah jika semua anggota keluarga ku ada di istana ini.
Ku mulai melangkahkan kakiku untuk mengambil air wudhu. Berrrrrrrrr dinginnya air menusuk tulang di fajar kali ini. Ku mulai melaksanakan sholat berjama’ah dengan keluarga tercintaku, kak Arjun lah yang menjadi imam kali ini, karena ayah sejak pagi-pagi buta harus keluar kota untuk melaksanakan tugasnya. Shalat subuh pun selesai, tak lupa rutinitas yang selalu aku lakukan sehabis shalat yaitu membaca kalam Allah yaitu al-qur’an.
Jarum jam pun menunjukkan pukul 06.15 WIB. Saatnya aku bersiap-siap untuk pergi ke sekolah. Ya, kini aku duduk dibangku kelas 2 SMA N 01 Purwodadi. Instansi sekolah ternama di kota Purwodadi. Setelah sarapan pagi bersama, ku langkahkan kakiku menuju sekolah tercinta, tak lupa aku selalu mencium tangan ummiku sebelum berangkat.
Hari pertama selepas semesteran membuat jantungku selalu berdetak kencang.
“Fa, kamu kenapa kok kelihatannya gugup gitu”. Tanya Dina salah satu temanku.
“Entahlah Din, rasanya hatiku gelisah”. Balasku dengan wajah sedikit lesu.
“Tenangkan hatimu dulu Fa, yakin tak akan terjadi apa-apa hari ini”. Sanggah Dina.
Tiba-tiba aku dikejutkan oleh salah satu teman sekelasku yaitu Aryo.
“Fa, kamu dipanggil ibu BP tuh disuruh ke sana”. Ucap Arya.
“Haaaaaa… ada apa ya kok aku di panggil”. Balas Syafa dengan wajah bingung.
“Entahlah, buruan sana sudah ditunggu”. Ucap Aryo lagi.
“Sudah, yakinlah Fa gak akan terjadi apa-apa”. Sanggah Dina sambil menepuk punggung Syafa.
Ku mulai melangkahkan kaki mungil ku menuju ruang BP. Mungkin ini efek dari hatiku yang gelisah tadi. Gumam Syafa dalam hati.
Tok…tok…tok…tok
Assalamu’alaikum.
Di sekolah tersebut memang selalu di budayakan salam sebelum memasuki ruangan.
“Masuk”. Ucap Bu Indi
Terasa ada sedikit kebingungan di hati Syafa, karena dalam ruangan tersebut ada salah satu murid yang tidak di kenalnya.
“Maaf bu, ada apa ibu memanggilku”. Ucap Syafa sedikit takut.
“Duduklah. Ibu minta bantuan kepadamu, ini ada murid baru pindahan dari sekolahan lain, ibu minta kamu yang akan mengantarkan dia ke kelas nantinya, karena dia akan satu kelas sama kamu yaitu IPA 1” Balas ibu Indi dengan bijaksana.
Sejak dari tadi laki-laki remaja tersebut sibuk memainkan ponselnya.
“Oh… iya bu”. Balas Syafa.
“Anant, nanti kamu akan diantar Syafa ke kelas. Dan ibu ucapkan selamat datang di sekolah ini”. Ucap Bu Indi.
“Iya bu”. Balas Anant dengan malu-malu.
Kepindahan sekolah tersebut membuat Anant beradaptasi lagi di sekolah barunya. Beradaptasi dengan lingkungan sekitar dan teman disekelilingnya. Selama perjalanan menuju kelas, mereka berdua tak mengucapkan sepatah katapun suasana menjadi tenang dan hening. Setelah sampai di ruangan kelas. Murid-murid tampak bingung dengan kehadiran Syafa dengan laki-laki tersebut yang tak lain adalah Anant.
Hari pertama masuk sekolah merupakan hari yang masih sakral untuk mengisinya dengan materi-materi pelajaran. Maka dari itu, Ibu Santi yang sudah berada di ruang kelas tersebut menyuruh Anant untuk memperkenalkan identitasnya di depan kelas.
Dua bulan sudah berlalu di lalui Anant di sekolah baru tersebut. Dia sudah mulai akrab dengan teman-teman sekelasnya, karena memang dia mudah untuk bergaul dengan orang lain, tentu saja dia juga akrab dengan Syafa. Seringkali Anant dan teman-teman belajar kelompok bersama di rumah Syafa. Kedekatan mereka bagaikan saudara yang saling berbagi. Entah mengapa hati Anant mulai sedikit bergejolak ketika mata indahnya bertaut dengan mata indah Syafa. Mereka berdua memang sudah akrab bagaikan teman lama dan mereka juga sering bersama ketika di kelas.
Hari pun sudah malam. Anant dan teman-temannya mulai melangkahkan kaki menuju istananya masing-masing.
“Fa, aku pamit dulu ya”. Ucap Anant
“Iya, hati-hati ya Nant sampai ketemu besok”. Balas Syafa.
Tanpa disadari hati Syafa juga bergejolak ketika ia dekat dengan Anant. Entah apa yang tengah terjadi biarlah waktu yang akan menjawabnya.
Kau jauh mengapa terasa begitu jauh.
Padahal kau ada di depanku, tersenyum kepadaku.
Tapi tetap terasa jauh.
Ya syair lagu Afgansyah Reza yang menjadi ringtone ponsel Sfaya ketika ada sms.
“Fa, besok boleh aku menjemputmu, kita berangkat ke sekolah bareng”. Sms Anant.
Dengan hati gembira Syafa membaca sms tersebut, mulailah jari jemari Syafa menari-nari diatas keyboarp ponselnya.
“Boleh, hehehe aku tunggu ya besok”. Balas Syafa.
Seperti anak kecil yang mendapatkan kado saat ulang tahun, betapa gembiranya Anant membaca balasan sms dari Syafa.
Pagipun tiba, saatnya beraktivitas kembali di sekolah. Pagi yang cerah, secerah hati Anant pagi ini. Embun pagi seakan-akan merasakan betapa bahagianya hati Anant pagi ini. Ternyata Syafa sudah duduk manis di depan pintu gerbang guna menunggu jemputan Anant.
“Ayoo… kita berangkat”. Ucap Anant dengan hati gembira.
Mereka pun berangkat bersama untuk menuju sekolahan. Tiba-tiba Syafa merasa aneh setelah berada di lingkungan sekolah. Ternyata mereka menjadi pusat perhatian orang lain. Termasuk Arum kelas 2 IPS 1. Ternyata dia menyimpan rasa cinta kepada Anant sejak pertama kali melihatnya.
Saat jam istirahat tiba, Arum bersama genk temannya menemui Syafa secara diam-diam. Arum berniat untuk melabrak Syafa karena ia telah mendekati Anant sang pujaan hatinya.
“Hechhh… kamu berani-beraninya ya godain Anant, emangnya kamu siapa?”. Ucap Arum dengan intonasi yang keras sambil mendorong Syafa.
Begitu pula teman-temannya Arum mereka ikut melabrak Syafa dengan semaunya.
Syafa hanya bisa diam. Denyut nadinya serasa berhenti sejenak melihat apa yang tengah terjadi saat itu.
“hecchhhh… gak punya mulut apa, hanya diam saja, aku tuh lagi ngomong ya sama kamu”. Balas Arum lagi dengan intonasi yang masih tinggi karena sangat jengkelnya Arum dengan Syafa.
Setelah beberapa saat hanya diam membisu, kini Syafa mulai mengeluarkan suaranya.
“Maaf ya. Aku gak ada apa-apa kok dengan Anant. Kami hanya berteman”. Balas Syafa dengan lemah lembut.
Memang Syafa terkenal dengan lemah lembut, baik hatinya dan selalu periang.
“Yang bener. Gak usah bohong deh, gue bisa lihat dengan mata kepala ku sendiri, loe jalan berdampingan dengan Anant saat berangkat sekolah tadi”. Ucap Arum dengan sedikit ngotot.
“Bener. Aku memang tak ada apa-apa dengan Anant kami hanya berteman baik, itu saja”. Balas Syafa.
“Awas kalau loe bohongin gue. Rasain sendiri akibatnya”. Sanggah Arum sambil mendorong pintu kelasnya dengan keras.
Arum bersama satu genknya pergi meninggalkan Syafa dengan hati yang sangat kesal. Begitu pula dengan Syafa seakan-akan denyut jantungnya berhenti sejenak. Melihat Arum dan satu genk nya keluar dari kelas, Dina buru-buru menemui Syafa melihat apa yang tengah terjadi.
“Fa. Kamu kenapa. Diapain sama dia. Bilang Fa, gue gak terima kalau loe dikasarin sama dia, emang dia siapa?”. Ucap Dina dengan sedikit kesal.
“Entahlah Din, gue tadi dilabrak sama mereka, karena tadi pagi itu lo, gue berangkat sekolah bareng sama Anant. Sepertinya Arum suka sama Anant”. Balas Syafa dengan nada lirih.
“Sabar ya Fa, loe suka ya Fa sama Anant. Bilang saja, jujur sama gue”. Balas Dina.
“Walaupun gue suka sama Anant, rasanya tidak mungkin lah Din aku bisa bersama dengan Anant. Gue gak mau dilabrak lagi sama Arum dan satu genknya”. Ucap Syafa dengan lemas.
“Ada gue Fa, ada temen yang lain, jangan takut kami selalu bersamamu”. Ucap Dina sambil tersenyum.
Mereka berdua berpelukan menunjukkan betapa eratnya persahabatan mereka bagaikan seperti saudara sendiri.
Satu minggupun berlalu, setelah kejadian kemarin. Kini Syafa sedikit menjaga jarak dengan Anant. Melihat hal semacam itu. Anant merasa sedikit ada yang berbeda. Walaupun kini memang sebenarnya Anant juga dekat dengan Arum, tetapi Anant tak menyimpan rasa cinta sedikitpun dengan Arum.
Tanpa sepengetahuan Syafa, Anant mencari info lewat teman dekatnya, menanyakan mengapa akhir-akhir ini Syafa berbeda tidak seperti biasanya. Tanpa pikir panjang, Anant diam-diam menemui Dina untuk bertanya kepadanya dan bicara empat mata.
“Din, kok sekarang Syafa sifatnya sedikitnya berbeda ya denganku. Kamu tau penyebabnya”. Ucap Anant to the ponit.
Memang sejak kejadian kemarin Anant tidak tau kalau Arum telah mencaci maki dan melabrak Syafa.
“Gue gak tau Nant. Mungkin Syafa lagi pengen sendiri, gak pengen diganggu”. Balas Dina.
Syafa memang memberi tau Dina kalau kejadian kemarin jangan pernah diceritain kepada Anant. Alhasil Dina tutup mulut mengenai perubahan sifat Syafa kepada Anant, itupun karena permintaan sahabatnya yaitu Syafa.
Di dalam lubuk hati yang paling dalam, hati Syafa terasa tersayat-sayat oleh pisau menghadapi masalah ini, tidak menyangka kalau kejadiannya bakal seperti ini. Syafa hanya melampiaskannya dengan luapan air mata dan curahan hati kepada Dina. Hanya Dina lah yang mengetahui masalah ini. sebagai teman yang baik, Dina hanya bisa mensuport Syafa dan mengahargai keputusannya. Walaupun sebenarnya Dina merasa iba dengan Syafa. Walaupun Syafa menyimpan rasa cinta kepada Anant sejak kali pertama bertemu di ruangan BP dulu.
Syafa hanya bisa mengeluarkan senjata kewanitaannya yaitu menangis, kesehariannya hanya dialiri dengan air mata, makan pun menjadi tidak teratur, Syafa yang dahulu periang sekarang menjadi murung. Sebenarnya Syafa ingin memberi tahu Annat kalau ia mencintainya tetapi ia mengurungkan niatnya, karena masalah kemarin.
“Din, sebenarnya gue gak kuat seperti ini terus, gue pengen lari Din dari masalah hati seperti ini”. Ucap Syafa dengan linangan airmata.
Melihat sahabatnya seperti tak mempunyai daya untuk hidup, Dina merasa kasian melihat Syafa.
“Ya giman Fa, apa aku bilang sama Anant yang sebenarnya, jujur Fa aku kasian sama kamu jika seperti ini terus, dulu kamu periang Fa, kenapa sekarang jadi murung dan tidak ada semangat sama sekali, mana Syafa yang aku kenal dulu”. Balas Dina dengan menitihkan butiran embun beningnya.
“Janganlah Din, lagian Anant juga sudah dekat dengan Arum, aku gak enak jika merusak kedekatan mereka”. Ucap Syafa dengan lirih.
“Ya sudahlah Fa, terserah kamu. Yang jelas aku selalu ada Fa buat kamu”. Balas Dina sambil memeluk erat sahabatnya.
Ditengah-tengah kemelut hati seperti ini. Syafa mencoba menulis sajak di buku daerynya untuk meluapkan apa yang ia rasakan.
Ya Robbi jika memang kedatangannya hanya bagaikan debu yang tertiup angin.
Maka hilangkan ia dari pandangan mataku.
Aku adalah hamba-Mu, yang penuh dengan kesalahan dan dosa.
Maaf Ya Robbi jika aku menyimpan hati seperti ini.
Sungguh kedatangan kaum adam-Mu telah membuat hidupku menjadi tak nyaman.
Apabila memang ia Engkau takdirkan untukku
Dekatkan lah aku dengannya.
Dan sebaliknya, jika ia tidak Engkau ciptakan untukku.
Berikanlah yang terbaik untukku dan dirinya.
Hanya kepada-Mu tempatku berserah diri.

Dengan penuh linangan airmata Syafa menulis sajak tersebut.
Satu bulan kemudian.
Syafa sudah sedikit merasakan hati yang tenang, walaupun satu kelas dengan Anant. Ujian akhir semesterpun di depan mata, mereka sibuk dengan sendirinya untuk menyiapkan ujian yang akan dihadapinya. Dengan kejadian kemarin mereka menjadi belajar sendiri-sendiri kecuali Syafa dan Dina masih belajar bersama. Yang dahulu selalu belajar bersama sekarang menjadi belajar sendiri-sendiri karena masalah tersebut. Anant juga memaklumi hal itu, walaupun sebenarnya Anant tau apa yang terjadi pada Syafa dan Arum kemarin. Anant mencoba diam terlebih dahulu, sedikit menenangkan batinnya untuk menghadapi masalah seperti ini, Anant membutuhkan pikiran yang jernih, maka dari itu Anant lebih memilih untuk diam sejenak, baru nanti melaksanakan apa yang tengah menjadi keputusannya. Ujian pun berlangsung dengan tenang. Mereka kini sedang sibuk menghadapi ujian akhir semester. Setelah beberapa minggu, ujian akhir semesterpun berlalu. Liburan akhir semester pun tiba. Mereka kelas IPA 1 merencanakan untuk berlibur bersama-sama satu kelas.
“Fa, loe ikut liburan kelas nanti, kita ke Bali loe Fa”. Ucap Dina.
“Hmmmmss… entah lah Din, lihat aja nanti”. Balsa Syafa.
“Aaaaaaaa Syafa. Ikut dong”. Sanggah Dinda teman sekelasnya.
Anant sejak dari tadi sudah meninggalkan ruangan kelas. Anant berniat untuk menemui Arum dan bicara empat mata dengannya.
“Rum, sebenarnya gue tau kalau dulu loe melabrak Syafa kan?”. Ucap Anant to the point.
Bagaikan disambar petir dari langit, Arum mendengar kata-kata tersebut keluar dari mulut Anant. Arum mengira kalau Anant tidak akan pernah mengetahui kejadian kemarin. Padahal kini mereka tengah dekat.
“Hmmmss… loe tau darimana Nant”. Balas Arum sambil menundukan kepala karena malu.
“Tak penting tau darimana, yang jelas aku tau yang sesungguhnya. Arum, maaf gue gak pernah suka sama loe, kita memang dekat. Tapi tak lebih dari seorang sahabat. Loe sudah gue anggap sebagai sahabat terbaikku. Loe ada disaat gue butuhin. Gue nyaman dengan kedekatan kita. Tapi gue nyamannya hanya sebatas sahabat tidak lebih”. Ucap Anant panjang lebar.
“Tapi gue cinta Nant sama loe sejak kali pertama aku melihatmu”. Balas Arum dengan sedikit berlinangan airmata.
“Maaf Rum, gue gak bisa, gue hanya cinta sama Syafa”. Sanggah Anant dengan percaya diri.
Arum hanya menunduk lemas mendengar pengakuan Anant tersebut, seakan-akan jantungnya berhenti sejenak.
“Ya sudahlah Nant kalau seperti itu, toh cinta tak mungkin dipaksakan. Maaf jika selama ini aku menganggap lebih kedekatan kita, tapi kita masih bersahabat baik kan?”. Balas Arum dengan intonasi lirih.
“Tentu Rum pasti kita akan selalu menjadi sahabat, aku akan selalu ada untukmu”. Balas Anant.
Setelah pertemuan mereka pada waktu itu. Kini hati Anant sedikit merasakan kelegaan, karena tidak akan dihantui lagi tentang Arum yang kini status mereka jelas yaitu hanya sahabat tidak lebih.
Hari libur pun datang. Rencana yang telah disusun oleh kelas 2 IPA 1 yang sebentar lagi akan naik tingkat menjadi kelas 3 SMA, yaitu berlibur ke pulau dewata Bali. Sebelum mempersiapkan liburan ke Bali yang satu minggu lagi akan dilaksanakan, Anant mencoba menemui Syafa. Tetapi hasilnya nihil Syafa tetap belum mau menemui Anant. Hati Syafa masih merasakan sakit karena kejadian tempo lalu. Anant mencoba membujuk Dina agar Syafa mau menemuinya.
“Din, gue pengen ketemu Syafa, gue pengen bilang ke dia kalau gue cinta sama dia, loe bujuk dia lah Din supaya ia mau menemui gue”. Ucap Anant.
Sejenak Dina membisu, tak mengeluarkan sepatah kata pun.
“Loe serius Nant bicara seperti itu, loe yakin kalau loe cinta sama Syafa”. Sanggah Dina
“Yakin Din, gue sayang sama dia”. Ucap Anant
“Sebenarnya Syafa juga cinta sama loe kok Nant, dia bilang sama gue. Tetapi dia terlalu baik hati membiarkanmu dekat dengan Arum, dia merasa tidak enak hati dengan Arum. Sebenarnya gue juga dukung loe sama Syafa Nant, kalian tuh cocok”. Balas Dina panjang lebar.
“Maka dari itu Din, gue pengen bilang sama dia, kalau gue cinta sama dia. Toh gue juga dah ngomong sama Arum kalau gue tidak ada perasaan apa-apa sama dia. Dia menganggap kedekatan kita tuh sebagai sepasang kekasih, tetapi tidak buatku, aku tidak ada perasaan apa-apa sama dia”. Ucap Anant panjang lebar.
Setelah pembicaraan mereka berdua selesai, Dina mencoba membujuk Syafa untuk mau menemui Anant.
“Fa, loe masih cinta sama Anant?. Kalau loe masih cinta cobalah ngomong sama dia, dia pengen ketemu kamu Fa. Pengen ngomong sesuatu denganmu”. Ucap Dina
“Jujur Din gue masih sayang sama Anant, dia merupakan cinta pertamaku Din. Didekatnya aku mampu merasakan kenyamanan, walauapun hanya sebatas teman pada waktu dulu”. Balas Syafa dengan intonasi lirih.
“Maka dari itu, temui dia ngomong saja lah Fa, daripada menyakiti perasaanmu sendiri”. Ucap Dina
Syafa mencoba memikirkan kata-kata Dina.
Keesokan harinya, Anant mencoba menemui Syafa kembali. Betapa bahagianya hati Anant mendapat sms kalau Syafa mau bertemu dengannya.
“Fa, maaf ya masalah kemarin. Gue tahu yang sebenarnya kalau loe dicacimaki sama Arum, maaf juga setelah itu gue hanya diam saja. Gue bingung Fa mau berbuat apa”. Ucap Anant to the point.
“Sudahlah Nant, jangan diungkit-ungkit lagi yang sudah biarlah sudah”. Balas Syafa
“Fa, gue mau bilang. Kalau gue sebenarnya cinta sama kamu”. Ucap Anant.
Bagaikan kejatuhan bulan hati Syafa saat ini. moment yang sangat ditunggu-tunggu olehnya, kata-kata yang sangat ditunggu Syafa yaitu kata ungkapan cinta dari Anant. Seolah-olah rumput disekelilingnya merasakan betapa bahagianya hati Syafa mendengar pengakuan Anant.
“Loe serius Nant, gimana dengan Arum”. Balas Syafa
“Gue gak ada apa-apa dengannya Fa, gue hanya bersahabat baik dengannya. Gue juga sudah beri tahu dia kalau gue hanya cinta sama loe”. Ucap Anant dengan percaya diri.
Mendengar hal tersebut hati Syafa tersenyum gembira.
“Hmmmsss… sebenarnya gue juga suka Nant sama loe, gue terlalu takut untuk ngungkapinnya, karena dahulu Arum disampingmu. Gue cinta Nant sama loe”. Balas Syafa dengan muka sedikit memerah.
Seakan-akan berhenti sejenak denyutan jantungnya mendengar pengakuan Syafa tersebut. Anant begitu gembira sekali melihat Syafa disampingnya. Melihat pujaan hatinya yang selama ini dinantikannya.
“I Love U Fa”. Ucap Anant disamping telingan Syafa dengan lirih.
Itulah kata-kata yang diucapkan Anant kepada Syafa. Kata-kata cinta dari Anant untuk sang bidadari hatinya yaitu Syafa. Seolah-olah bunga disekelilingnya merasakan betapa mesranya mereka berdua. Angin sepoi-sepoi menjadi saksi cinta mereka berdua, semut merah menjadi saksi kalau  mereka lah saling mencintai.

###End###

Jumat, 14 November 2014

Goresan Hati

Di dalam hati yang lembut, tercipta juga hati yang keras.
Dalam hidup yang penuh dengan keindahan.. dibalik itu pula ada kehacuran.
Yah.....
Begitu hebat setan bermain dengan hati manusia.
Seberapa pandainya kita melawan hal tersebut..

Ketika embun pagi mulai datang menampakkan kesegerannya.
Saat itulah,, hati kecil dalam palung jiwa menangis begitu hebat...

Ketika rembulan di malam mulai tersenyum menampakkan betapa manisnya hidup ini.
Saat itu pula lah, hati lembut tergores akan suatu pisau yang selalu menancap dalam batin ini.
Ketika sang fajar mulai muncul, menampakkan betapa indahnya alam ini.
Saat itu pulalah.... kelembutan qalbu mulai menjadi batu karena ulah uamt-Mu.

Duhai..... Sang Pemilik Takdir.
Aku merasakan rasa sakit itu,,,
Rasa sakit yang tak dihargai oleh orang lain..

Duhaii,,,, Sang Pemilik Waktu..
Putarakan lah waktu itu unttuukku lagi.
Agar aku dapat terjaga dalam setiap langkah ku..
Agar aku tak jatuh dalam hamparan padang sahara yang begitu panas menggeroti hati.

Duhai.. Sang Pemilik Jagat Raya..
Aku sudah lelah menghadapi ini.
Aku sudah tawakkal kepada-Mu..
Aku menyerah akan hidup ini..
Hidup yang oenuh dengan tangisan untukku...

Bagaimana caranya untukku dapat bangun kembali dari kehancuran hati itu.
Hanya satu Ya Robbi yang membuat aku terus melangkah menghadapi hidup fana'-Mu ini..
Hanya satuu.....
Tak lain adalah surga terindah dalam hidupku..
Anugrah yang sangat berharga dalam hidupku..
Titipan terindah dari-Mu.
Beliau adaalah Keluargaku..
Sungguh aku sangat mencintainya lebih dari diriku..

Disaat aku merindukannya..
Bibir ini mulai melantunkan syair-syair indah agar Engkau menyampaikan betapa rindunya hati ini..
Cuma beliau yang aku punya..
Cuma beliu yang membuat aku bertahan...
Cuma beliau yang selalu menghiasi senyum kecil itu.
Senyum yang pada dasarnya menyimpan kesedihan yang amat dalam..

Huuucccchhhh.....
Aku tak ingin seperti ini teruss...
Aku ingin melupakannya Ummi...
Aku ingin cuma memikirkan niat dan tujuan untuk aku menuntut ilmu...

Tetapi,,,
Hati kecil ini terbawa oleh keadaan yang begitu hina untukku...
Duhai kenyamanan hati.,,
Bagaimana lagi,, untukku mendapatkan hasrat itu...

I Love My Family :(

Sabtu, 11 Oktober 2014

Observasi IPA mengenai Kurikulum yang di Gunakan di SD MIM Gonilan Kartasura



KAJIAN BUKU AJAR PEMBELAJARAN IPA MI KELAS V DI
 MADRASAH IBTIDAIYAH MUHAMMADIYAH (MIM) GONILAN KECAMATAN KARTASURA KABUPATEN SUKOHARJO
BERDASARKAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN
Makalah ini disusun guna memenuhi tugas Pengembangan Konsep Dasar IPA
Pembimbing : Suansah, S.Pd



Disusun oleh :
KELOMPOK II
1.      Hilda Ajeng Mayasofa            (A510120162)
2.      Pramula Normalita Sari           (A510120167)
3.      Fitriana Diah S.                       (A510120172)
4.      Fiviana Yunika                        (A510120180)
5.      Nurul Fadhila                          (A510120185)
6.      Luthfiah Hidayati                   (A510120188)
7.      Zuli Isnawati                           (A510120209)
8.      M. Abdurrohman                    (A510120229)


PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2014



BAB I
PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG

Salah satu komponen penting dari sistem pendidikan adalah kurikulum karena kurikulum merupakan komponen yang dijadikan acuan oleh setiap satuan pendidikan. Sedangkan pembelajaran terkait dengan tujuan dan rencana kurikulum, yang difokuskan pada persoalan metodologi, seperti teknik mengajar, kegiatan implementasi sumber, dan alat pengukuran yang digunkaan dalam situasi belajar-mengajar yang khusus. Jadi, perencanaan kurikulum adalah suatu konsep generik yang meliputi perencanaan kurikulum dan desain instruksional. Kurikulum yang digunakan adalah kurikulum KTSP yang dikembangkan sesuai dengan satuan pendidikan, potensi sekolah, karakter sekolah, sosial budaya masyarakat setempat dan karakter peserta didik. KTSP disusun, dikembangkan dan dilaksanakan satuan pendidikan yang sudah siap dan mampu mengembangkannya dengan memperhatikan UU No.20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional pasal 36 ayat 1 dan 2.
IPA bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta, konsep-konsep, atau prinsip-prinsip saja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan. Pembelajaran IPA dilaksanakan secara inqury ilmiah, untuk menumbuhkan kemampuan berpikir bekerja dan bersikap ilmiah serta mengkomunikasikanya sebagai kecakapan hidup. Oleh karena itu pembelajaran IPA di SD/MI menekankan pada pemberian pengalaman belajar secara langsung melalui penggunaan dan pengembangan ketrampilan proses dan sikap ilmiah. MIM Gonilan adalah salah satu satuan pendidikan yang ada di Kecamatan Kartasura yang memiliki karakteristik tersendiri. Karakatersitik SD ini adalah daerah pertanian, industri, dan pariwisata. Dengan karakteristik tersebut, maka SD tersebut mampukah mengembangkan kurikulum yang ada.

B.     Rumusan Masalah
Dengan adanya latar belakang diatas maka penulis mengkaji kurikulum yang digunakan oleh guru di MIM Gonilan dalam pembelajaran IPA kelas V serta mengkaji tentang bahan ajar atau Buku ajar yang digunakan dalam pembelajaran IPA di  MIM Gonilan. kelebihan dan kelemahan dalam penerapan kurikulum dalam pembelajaran IPA kelas V. Buku ajar yang digunakan pada pembelajaran IPA kelas IV pada Madrasah Ibtidaiyah. Kesesuaian  kurikulum terhadap Buku ajar yang digunakan dalam pembelajaran IPA kelas V. Kelebihan dan kelemahan Buku ajar tersebut dalam pembelajaran IPA kelas V Madrasah Ibtidaiyah.

C.      Tujuan Observasi
Mengetahui kurikulum yang dipakai pada pembelajaran IPA kelas V Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Gonilan Kecamatan Kartasura Kabupaten Sukoharjo. Mengetahui substansi kurikulum yang diambil dalam pembelajaran IPA kelas V Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Gonilan Kecamatan Kartasura Kabupaten Sukoharjo.  Mendeskripsikan kelebihan dan kelemahan dalam penerapan kurikulum dalam pembelajaran IPA kelas V Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Gonilan Kecamatan Kartasura Kabupaten Sukoharjo  Memahami Buku ajar yang digunakan pada pembelajaran IPA kelas V Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Gonilan Kecamatan Kartasura Kabupaten Sukoharjo Mengetahui kesesuaian  kurikulum terhadap Buku ajar yang digunakan dalam pembelajaran IPA kelas V Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Gonilan Kecamatan Kartasura Kabupaten Sukoharjo. Mendeskripsikan kelebihan dan kelemahan Buku ajar tersebut dalam pembelajaran IPA kelas V Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Gonilan Kecamatan Kartasura Kabupaten Sukoharjo.

D.      Manfaat Observasi
Dengan adanya observasi yang telah dilakukan penulis berharap dengan adanya laporan  ini nantinya dapat memberikan sumbangan pikiran terhadap berbagai pihak yaitu :
1.      Dapat menambah pengetahuan mahasiswa mengenai kurikulum secara nyata
2.      Dapat memberikan gambaran tentang apa saja yang ada dalam kurikulum SD
3.      Dapat meningkatkan motivasi mahasiswa untuk menggali lebih dalam mengenai kurikulum dan text book IPA SD pada khususnya
4.      Dapat memberikan tambahan pengetahuan bagi yang membaca


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A.    Pengertian Buku Ajar
Salah satu yang termasuk alat pendidikan adalah Buku. Buku berfungsi sebagai pegangan pembelajaran yang digunakan untuk menyajikan pengalaman tak langsung dan untuk menunjang program pembelajaran (Rusyana, 1982).  Bukumerupakan pengalaman sejarah bagi manusia sekaligus Buku juga merupakan jendela dunia bagi insan manusia. Melalui Buku ajar seseorang dapat dipersilahkan masuk ke dalam untuk mendapatkan suatu informasi yang luas. Dengan Buku ajar pula dapat memberikan ajaran dalam setiap bidang studi.
Buku ajar merupakan Buku yang digunakan dalam proses kegiatan belajar mengajar. Dengan adanya Buku ajar ini seseorang dapat dikenal dengan sebutan Buku teks, Buku materi, Buku paket, atau Buku panduan belajar. Buku ajar sekarang identik dikenal dengan Buku paket, Buku teks dan Buku panduan dalam belajar (R Masri Sareb Putra: 2007: 11).
Buku ajar yang telah dipakai oleh satuan pendidikan diterbitkan oleh pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan Nasional dan Kementerian Agama setelah itu disebarluaskan ke semua sekolah di tanah air sebagai Buku pegangan wajib untuk dunia pendidikan selain itu, Buku ajar tidak diperjual belikan. Hall-Quest dalam Buku Tarigan mengatakan “Buku ajar adalah rekaman pemikiran rasial yang telah disusun buat maskud-maksud dan tujuan-tujuan instruksional”. Para ahli lain seperti Lange juga mengatakan “Buku ajar (teks) adalah Buku standar dan suplemen atau tambahan”.
Dari berbagai pendapat para ahli di atas, Tarigan menyimpulkan beberapa hal mengenai Buku ajar yatitu, sebagai berikut:
1.      Buku ajar merupakan Buku pelajaran yang ditujukan bagi siswa pada jenjang pendidikan tertentu (SD, SLTP, SMA/SMK, dan sebagainya).
2.      Buku ajar selalu berkaitan dengan bidang studi tertentu (Bahasa Indonesia, Matematika, Fisika, Sejarah, dan sebagainya).
3.      Buku ajar juga merupakan Buku yang standar.
4.      Buku ajar ditulis oleh pakar di bidangnya masing-masing.
5.      Buku ajar ditulis untuk tujuan instruksional tertentu.
6.      Buku ajar dilengkapi dengan sarana pengajaran.
Untuk menyempurnakan pengertian tentang Buku ajar yang dimaksudkan dengan Kepmen No: 36/D/O/2001, Pasal 5, ayat 9 (a); “Buku ajar adalah Buku pegangan untuk suatu mata kuliah yang ditulis dan disusun oleh pakar bidang terkait dan memenuhi kaidah Buku teks serta diterbitkan secara resmi dan disebarluaskan”. Kata kuncinya adalah Buku ajar disusun sesuai dengan mata pelajaran/mata kuliah tertentu, diterbitkan secara resmi dan disebarluaskan, artinya Buku tersebut haruslah ber- ISBN
B.     Fungsi Buku Ajar
Greene dan Petty, merumuskan beberapa fungsi atau kegunaan Buku ajar yaitu, sebagai berikut:
1.      Mencerminkan suatu sudut pandang yang tangguh dan modern mengenai pengajaran serta mendemonstrasikan aplikasi dalam bahan pengajaran yang telah disajikan.
2.      Menyajikan suatu sumber pokok masalah atau subject matter yang kaya, mudah dibaca dan bervariasi, yang sesuai dengan minat dan kebutuhan para siswa, sebagai dasar program-program kegiatan yang disarankan di mana ketrampilan-ketrampilan ekspresional diperoleh pada kondisi yang telah menyerupai kehidupan yang sebenarnya.
3.      Menyajian (bersam-sama dengan Buku manual yang mendampinginya) metode-metode dan saran-saran pengajaran untuk memotivasi siswa.
4.      Menyajikan fiksasi awal yang perlu sekaligus juga sebagai penunjang bagi latihan dan tugas praktis.
5.      Menyajikan bahan atau sarana evaluasi dan remedial yang serasi dan tepat guna.
6.      Menyediakan suatu sumber yang tersusun rapi dan bertahap mengenai ketrampilan-ketrampilan ekspresional.
C.    Kualitas Buku Ajar Yang Baik
Buku ajar sesungguhnya merupakan medida yang sangat penting dan strategis dalam pendidikan. Menurut Greene dan Petty yang dikutip oleh Tarigan mengatakan bahwa menetapkan 10 (sepuluh) kriteria Buku ajar  yang baik. Kriteria itu diantaranya adalah, sebagai berikut:
1.      Buku ajar itu haruslah menarik minat anak-anak, yaitu para siswa yang   memakainya.
2.      Buku ajar itu haruslah memberi motivasi kepada para siswa yang memakainya.
3.      Buku ajar itu haruslah memuat ilustrasi yang menarik hati para siswa yang memanfaatkannya.
4.      Buku ajar seyogyanya mempertimbangkan aspek-aspek linguistik sehingga sesuai dengan kemampuan para siswa yang memakainya.
5.      Isi Buku ajar haruslah berhubungan erat dengan pelajaran-pelajaran lainnya, lebih baik lagi kalau dapat didukung dengan perencanaan, sehinga semuanya merupakan kebulatan yang utuh dan terpadu.
6.      Buku ajar haruslah dapat menstimulasi, merangsang aktivitas-aktivitas pribadi para siswa yang mempergunakannya.
7.      Buku ajar harus dengan sadar dan tegas menghindari konsep-konsep yang samar-samar dan tidak biasa agar tidak sempat membingungkan para siswa yang menggunakannya.
8.      Buku ajar harus mempunyai sudut pandang atau point of view yang jelas dan tegas sehingga juga pada akhirnya menjadi sudut pandang para pemakainya yang setia.
9.      Buku ajar harus mampu memberi pemantapan, penekanan pada nilai-nilai anak dan orang dewasa.
10.  Buku ajar harus dapat menghargai pribadi-pribadi para siswa.













BAB III
PEMBAHASAN
A.    Kurikulum

1.      Analisis Penyebaran Domain
Kelas
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
pengetahuan
keterampilan
sikap
5 (Lima)
1.      Mengidentifikasi fungsi organ tubuh manusia dan hewan

1.1     Mengidentifikasi fungsi organ tubuh manusia.



1.2   Mengidentifikasi fungsi organ pernapasan hewan misalnya ikan dan cacing tanah.


1.3    Mengidentifikasi fungsi organ pencernaan manusia dan hubungannya dengan makanan dan kesehatan


1.4 Mengidentifikasi organ peredaran darah manusia.



1.5    Mengidentifikasi gangguan pada organ peredaran darah manusia



2.      Memahami cara tumbuhan hijau membuat
makanan

2.1    Mengidentifikasi cara tumbuhan hijau membuat makanan


2.2    Mendeskripsikan ketergantungan manusia dan hewan pada tumbuhan hijau sebagai sumber makanan
3.      Mengidentifikasi cara makhluk hidup
menyesuaikan diri dengan lingkungan

3.1    Mengidentifikasi penyesuaian diri hewan dengan lingkungan tertentu untuk mempertahankan hidup


3.2   Mengidentifikasi penyesuaian diri tumbuhan dengan lingkungan tertentu untuk mempertahankan hidup


4.      Memahami hubungan antara sifat bahan dengan penyusunnya dan perubahan sifat benda sebagai hasil suatu proses

4.1    Mendeskripsikan hubungan antara sifat bahan dengan bahan penyusunnya, misalnya benang, kain, dan kertas


4.2    Menyimpulkan hasil penyelidikan tentang perubahan sifat benda, baik sementara maupun tetap



5.      Memahami
hubungan antara
gaya, gerak, dan
energi, serta
fungsinya

5.1    Mendeskripsikan hubungan antara gaya, gerak dan energi melalui percobaan (gaya gravitasi, gaya gesek, gaya magnet)


5.2    Menjelaskan pesawat sederhana yang dapat membuat pekerjaan lebih mudah dan lebih cepat

6.    Menerapkan sifat-sifat cahaya melalui kegiatan membuat suatu karya/model
6.1    Mendeskripsikan sifat-sifat cahaya


6.2   Membuat suatu karya/model, misalnya periskop atau lensa dari bahan sederhana dengan menerapkan sifat-sifat cahaya.


7.      Memahami perubahan yang terjadi di alam dan hubungannya dengan penggunaan sumber daya alam

7.1    Mendeskripsikan proses pembentukan tanah karena pelapukan

7.2    Mengidentifikasi jenis-jenis tanah

7.3   Mendeskripsikan struktur bum

7.4    Mendeskripsikan proses daur air dan kegiatan manusia yang dapat mempengaruhinya


7.5    Mendeskripsikan perlunya penghematan air


7.6    Mengidentifikasi peristiwa alam yang terjadi di Indonesia dan dampaknya bagi makhluk hidup dan lingkungan


7.7    Mengidentifikasi beberapa kegiatan manusia yang dapat mengubah permukaan bumi (pertanian, perkotaan, dsb)


Hasil Analisis Penyebaran Domain Pengetahuan, Ketrampilan dan Sifat
No
Ruang Lingkup
Pengetahuan
Keterampilan
Sikap
1
Organ tubuh manusia
5


2
Tumbuhan hijau
2
1
1
3
Penyesuaian makhluk hidup dengan lingkungannya
2

2
4
Benda dan sifatnya
1
2

5
Energy dan perubahannya
2
2
1
6
Cahaya dan sifat-sifatnya
1
2
1
7
Bumi dan alam semesta
7
4
3
Jumlah
20
11
8
Presentase
51,3%
28,2%
20,5%


Diagram hasil analisis penyebaran domain pengetahuan, sikap, dan keterampilan.


2.      Kelebihan Kurikulum (KTSP)
Setiap kurikulum yang diberlakukan di Indonesia memiliki kelebihan-kelebihan masing-masing bergantung kepada situasi dan kondisi saat di mana kurikulum tersebut diberlakukan. Adapun kelebihan-kelebihan KTSP ini antara lain:
a.       Mendorong para guru, kepala sekolah, dan pihak manajemen sekolah untuk semakin meningkatkan kreativitasnya dalam penyelenggaraan program-program pendidikan guna untuk meningkatkan mutu pendidikan.
b.      KTSP sangat memungkinkan bagi setiap sekolah untuk menitik beratkan dan mengembangkan mata pelajaran tertentu bagi kebutuhan siswa.
c.       KTSP mengurangi beban belajar siswa yang sangat padat dan memberatkan bagi siswa.
d.      KTSP memberikan peluang yang lebih luas kepada sekolah-sekolah plus untuk mengembangkan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan.
e.       Guru sebagai pengajar, pembimbing, pelatih dan pengembang kurikulum.
f.       Kurikulum sangat humanis, yaitu memberikan kesempatan kepada guru untuk mengembangkan isi/konten kurikulum sesuai dengan kondisi sekolah, kemampuan siswa dan kondisi daerahnya masing-masing.
g.      Standar kompetensi yang memperhatikan kemampuan individu, baik kemampuan, kecakapan belajar, maupun konteks social budaya.
h.      Berbasis kompetensi sehingga peserta didik berada dalam proses perkembangan yang berkelanjutan dari seluruh aspek kepribadian, sebagai pemekaran terhadap potensi-potensi bawaan sesuai dengan kesempatan belajar yang ada dan diberikan oleh lingkungan.
i.        Pengembangan kurikulum di laksanakan secara desentralisasi (pada satuan tingkat pendidikan) sehingga pemerintah dan masyarakat bersama-sama menentukan standar pendidikan yang dituangkan dalam kurikulum.
j.        Satuan pendidikan diberikan keleluasaan untyuk menyususn dan mengembangkan silabus mata pelajaran sehingga dapat mengakomodasikan potensi sekolah kebutuhan dan kemampuan peserta didik, serta kebutuhan masyarakat sekitar sekolah.
k.      Guru sebagai fasilitator yang bertugas mengkondisikan lingkungan untuk memberikan kemudahan belajar siswa.
l.        Mengembangkan ranah pengetahuan, sikap, dan ketrampilan berdasarkan pemahaman yang akan membentuk kompetensi individual.

3.      Kekurangan Kurikulum (KTSP)
Kurikulum yang kita pakai sekarang ini masih banyak kekurangan di samping kelebihan yang ada. Beberapa diantaranya, yaitu :
a.       Pada kurikulum KTSP masih minimnya kualitas guru dan sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan.
b.      Kurangnya ketersediaan sarana dan prasarana pendukung sebagai kelengkapan dari pelaksanaan KTSP.
c.       Masih banyak guru yang belum memahami KTSP secara komprehensif baik konsepnya, penyusunannya maupun prakteknya di lapangan.

B.     Kajian Buku IPA
1.      Buku yang digunakan adalah Buku SAINS untuk Sekolah Dasar kelas V.
Buku               :  SAINS  SD/MI Kelas V
Penerbit           : ERLANGGA
Penulis             : Haryanto
Tahun              : 2004

2.      Analisis Materi IPA
Kelas: V(Lima)
Semester
BAB
SUB BAB
I
Organ Tubuh Manusia dan Hewan
a.       Alat pernapasan oada manusia dan hewan.
b.      Alat pencernaan makanan pada manusia.
c.       Hubungan makanan dan kesehatan
d.      Alat peredaran darah pada manusia.
Tumbuhan Hijau
a.       Pembuatan makanan pada tumbuhan hijau
b.      Manusia dan hewan bergantung pada tumbuhan hijau.
c.       Keadaan dunia tanpa tumbuhan hijau.
Penyesuaian makhluk hidup dengan lingkungannya
a.       Penyesuaian hewan dengan lingkungannya
b.      Penyesuaian tumbuhan dengan lingkungannya
Benda dan Sifatnya
a.       Penyusun bahan tali temali
b.      Kekuatan bahan tali temali
c.       Sifat tali temali
d.      Perubahan sifat benda
e.       Perubahan wujud yang dapat kembali dan tidak dapat kembali
II
Energi dan Perubahan
a.       Gaya magnet
b.      Gaya gravitasi
c.       Gaya gesekan
d.      Pesawat sedrhana
e.       Jenis-jenis pesawat sederhana
Cahaya dan Sifat-sifatnya
a.       Sifat cahaya
b.      Antara cahaya dan penglihatan saling berhubungan
c.       Karya berteknologi sederhana
Bumi dan Alam Semesta
a.       Mengenal struktur bumi
b.      Proses pembentukan tanah
c.       Daur air
d.      Peristiwa alam di Indonesia
e.       Sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui dan dapat diperbaharui
f.       Cara menggunakan sumber daya alam

3.      Kesesuaian Buku dengan Kurikulum
Buku yang digunakan oleh Guru di MIM Gonilan dalam pembelajaran IPA Kelas V sudah sesuai dengan kurikulum yang digunakan yaitu KTSP. Dengan Buku SAINS yang telah digunakan mempermudah guru dalam menyampaikan bahan ajar IPA. Siswa juga dapat dengan mudah memiliki Buku tersebut karena sudah banyak diedarkan di toko Buku. Sehingga siswa dapat mengikuti pelajaran menggunakan Buku tersebut.

4.      Kelebihan dan kekurangan Buku ajar
a.    Kelebihan
1)         Tampilan Buku sudah menarik
2)         Buku sudah memuat Pendidikan Karakter
3)         Materi Buku lengkap dan bergambar
4)         Buku Sudah terdapat SK, KD, Tujuan dan alokasi waktu
5)         Instrumen soal Buku sudah bervariasi dan memuat ranah afektif dan kognitif
6)         Pada Buku ada instrumen remidial dan pengayaan
7)         Pada kegiatan prkatikum dalam Buku sudah disertai gambar
b.    Kekurangan
1)         Instrumen soal di Buku terlalu sedikit
2)         Dalam Buku tidak memuat SK dan KD
3)         Dalam Buku tidak memuat pendidikan karakter




















BAB III
PENUTUP
C.     Kesimpulan
Berdasarkan hasil observasi yang kami lakukan di Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Gonilan Kecamatan Kartasura Kabupaten Sukoharjo proses Pembelajaran IPA kelas V menggunakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan menggunakan Buku ajar yaitu Buku Ajar SAINS kelas V yang diterbitkan oleh ERLANGGA. Kurikulum dan bahan ajar yang digunakan oleh Guru Kelas V  MIM Gonilan sudah sesuai.
D.    Saran
Dikarenakan adanya Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan alangkah lebih baik nya jika MIM segera menyesuaiakan kurikulum yang dipakai yaitu KTSP untuk kelas 5 diganti menjadi kurikulum 2013 yang baru.. Buku yang digunakan sebaiknya tidak hanya satu agar pengetahuan siswa lebih luas dan tidak terpaku pada satu buku pegangan.



















DAFTAR PUSTAKA

Tarigan.1986. Telaah Buku Teks Bahasa Indonesia. Bandung : Angkasa.
kamis, 24 September 2014)